LABU KOLAK

(Layanan Pembuatan Secara Kolektif Kartu Identitas Anak (KIA) ke Sekolah – Sekolah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan)

 

Berdasarkan ketentuan pasal 26 ayat (3) UUD 1945, Hal-Hal Mengenai Warga Negara dan Penduduk diatur dengan Undang-Undang. Untuk memberikan perlindungan, pengakuan, penentuan status pribadi dan status hukum bagi penduduk Indonesia dimaksud telah diterbitkan Undag-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Kartu Identitas Anak diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Permendagri tentang Kartu Identitas Anak adalah upaya Pemerintah untuk memenuhi kewajibannya dalam memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Kartu Identitas Anak diperuntukan bagi anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan.

Definisi Kartu Identitas Anak dalam Permendagri 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak adalah sebagai Kartu Identitas Anak yang selanjutnya disingkat menjadi KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota

Pada Tahun 2017 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan menerapkan Penerbitan KIA sebagai hasil dari mencapai target persentase cakupan Akte kelahiran umur 0-18 Tahun 2016 dengan Jumlah Anak usia 0-18 mencapai 95 % dan diberi wewenang untuk melakukan penerapan Kartu Identitas Anak. Akan tetapi dalam dua Tahun 2017 dan tahun 2018 permohonan Pembuatan KIA bisa dikatakan sangat sedikit sekali. Pada tahun 2017 berjumlah 1609 KIA dan 2018 hanya berjumlah 3948 KIA.

Guna mengatasi pemasalahan minimnya pembuatan KIA maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Dinas Pendidikan kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melaksanakan Perjanjian Kerja Sama tentang lingkup Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) Secara Kolektif ke Sekolah-Sekolah yang tetrtuang dalam PKS Nomor 470/08 /PKS/DUKCAPIL/OKUS/2019 tanggal 09 Januari 2019.

Penerapan Program labu Kolak ini menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Dokumen kependudukan dan bermanafaat bagi stake Holder yang bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Manfaat KIA diantaranya adalah untuk memenuhi hak anak, untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk bukti diri anak sebagai data identitas ketika membuka tabungan atau menabung di bank, juga berlaku untuk proses mendaftar BPJS dan lainnya.

Dengan Inovasi Labu Kolak ini telah terjadi peningkatan signifikan cakupan Kepemilikan Kartu Identitas Anak pada tahun 2019 berjumlah 17272 KIA dan 2020 pada akhir bulan Maret sebanyak 5713 KIA dengan grafik secara meningkat.